Penjualan Vinyl Tembus $1 Miliar di AS, Rekor Tertinggi Sejak 1983
Vinyl Kembali ke Puncak
Penjualan vinyl di Amerika Serikat resmi menembus angka $1 miliar pada 2025 — pertama kalinya sejak 1983. Data dari Recording Industry Association of America (RIAA) menunjukkan total pendapatan vinyl mencapai $1,04 miliar, dengan 46,8 juta keping terjual sepanjang tahun.
Ini adalah tahun ke-19 berturut-turut kenaikan penjualan vinyl, sebuah tren yang nyaris tidak terbayangkan dua dekade lalu ketika format ini dianggap punah.
“Fans are consuming music from the artists they love in more ways than ever,” demikian pernyataan RIAA dalam laporannya.
Angka-Angka Penting
| Metrik | 2024 | 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Unit terjual | 43,4 juta | 46,8 juta | +7,9% |
| Revenue | $954,4 juta | $1,04 miliar | +9% |
| Share dari physical | ~75% | ~76% | Stabil |
Vinyl kini menyumbang hampir tiga perempat dari seluruh pendapatan musik fisik di AS, mengalahkan CD yang terus menurun.
Taylor Swift Mendominasi
Taylor Swift menjadi pendorong utama lonjakan ini. Albumnya “Life of a Showgirl” (2025) terjual sekitar 1,6 juta keping vinyl — angka yang luar biasa untuk format fisik di era streaming. Album “Lover (Live From Paris)” miliknya juga mencatat 166.000 unit, menempati posisi ke-9 terlaris tahun itu.
Fenomena ini menunjukkan bahwa vinyl bukan sekadar nostalgia — ia menjadi bagian dari strategi rilis modern artis besar.
Konteks Industri yang Lebih Luas
Kebangkitan vinyl terjadi di tengah industri rekaman AS yang juga mencatat rekor. Total pendapatan musik rekaman AS mencapai $11,5 miliar pada 2025, dengan streaming tetap mendominasi di $10+ miliar. Namun kenaikan vinyl membuktikan bahwa format fisik tidak mati — justru semakin relevan sebagai produk premium.
Secara global, IFPI mencatat pendapatan musik fisik naik 8%, dengan vinyl tumbuh 13,7% di seluruh dunia. AS sendiri menyumbang hampir 50% dari total nilai vinyl global.
Mengapa Vinyl Tetap Bertahan?
Beberapa faktor yang mendorong tren ini:
- Collectibility — Fans menginginkan produk fisik yang bisa dipegang, terutama edisi terbatas
- Kualitas audio — Persepsi bahwa vinyl memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih “hangat”
- Merchandise value — Vinyl berfungsi ganda sebagai memorabilia dan produk seni (artwork besar)
- Strategi label — Banyak label merilis variant eksklusif untuk mendorong penjualan berulang
- Cultural signal — Memiliki koleksi vinyl menjadi ekspresi identitas bagi Gen Z
Apa Artinya untuk Musisi?
Bagi artis independen, vinyl bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan. Margin keuntungan vinyl jauh lebih tinggi dibanding streaming — satu keping vinyl seharga $30 menghasilkan lebih dari 7.500 streams di DSP.
Namun, produksi vinyl membutuhkan investasi awal (pressing, desain, distribusi fisik) dan waktu tunggu pabrik yang bisa mencapai 3-6 bulan. Artis yang berencana merilis vinyl perlu merencanakan jauh-jauh hari.
Dengan tren yang terus naik selama 19 tahun, vinyl sepertinya bukan sekadar fase — melainkan format yang sudah menemukan tempatnya kembali di ekosistem musik modern.

