Tren

Tur Bad Bunny Jadi Tanda Pusat Industri Musik Mulai Bergeser

Oleh KabarMusik 2 menit baca
Tur Bad Bunny Jadi Tanda Pusat Industri Musik Mulai Bergeser

Bad Bunny membuktikan artis global tidak harus mengubah bahasa dan identitasnya agar diterima pasar dunia.

Tur Debí Tirar Más Fotos World Tour menjadi salah satu penanda perubahan tersebut. Penyanyi asal Puerto Rico itu membawa pertunjukannya ke berbagai pasar internasional tanpa menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat utama rangkaian tur.

Keputusan itu terasa tidak biasa. Amerika Serikat selama ini menjadi pasar penting bagi artis yang ingin membangun tur berskala global.

Namun, Bad Bunny menunjukkan bahwa permintaan besar kini juga datang dari Amerika Latin, Eropa, dan wilayah lain. Musik berbahasa Spanyol bukan lagi produk regional yang membutuhkan validasi pasar berbahasa Inggris.

Musik Berbahasa Inggris Mulai Kehilangan Dominasi

Pergeseran ini juga terlihat dalam data streaming.

Luminate mencatat porsi musik berbahasa Inggris di pasar streaming audio Amerika Serikat turun dari 88,1 persen pada kuartal pertama 2025 menjadi 86 persen pada periode yang sama tahun ini.

Sebaliknya, musik berbahasa Spanyol mencapai pangsa tertinggi sepanjang sejarah. Hampir satu dari setiap sepuluh pemutaran audio *on-demand- di Amerika Serikat kini berasal dari lagu berbahasa Spanyol. Pangsa pasarnya mencapai 9,5 persen pada kuartal pertama 2026. (Luminate)

Laporan pertengahan tahun Luminate juga menunjukkan musik Latin terus tumbuh di Amerika Serikat. Genre tersebut telah mengambil sekitar 9,4 persen dari seluruh streaming musik di negara itu. Bad Bunny menjadi salah satu artis yang mendorong pertumbuhan tersebut. (Associated Press)

Angka ini memperlihatkan perubahan kebiasaan pendengar. Bahasa Inggris masih dominan, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya pintu menuju audiens besar.

Identitas Lokal Bukan Hambatan

Bad Bunny tidak membangun karier global dengan meninggalkan identitas Puerto Rico. Album *Debí Tirar Más Fotos- justru membawa unsur reggaeton, plena, dan berbagai pengaruh lokal ke panggung internasional.

Album berbahasa Spanyol itu juga memenangkan Album of the Year di Grammy Awards 2026. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi album berbahasa Spanyol dalam kategori utama itu. (Reuters)

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pasar global mulai lebih terbuka terhadap musik yang tidak mengikuti rumus pop berbahasa Inggris.

Bagi musisi Indonesia, perkembangan tersebut memberi pelajaran penting. Keinginan untuk semakin go internasional tidak selalu harus dimulai dengan mengganti bahasa atau meniru karakter musik Barat.

Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan identitas musikal lokal tetap bisa menjadi kekuatan. Tantangan utamanya adalah membangun kualitas produksi, cerita, komunitas, serta strategi distribusi yang mampu membawa identitas tersebut kepada pendengar baru.

Bad Bunny tidak menghapus asalnya agar terdengar global. Ia justru membuat dunia datang mendengarkan musik dari tempat asalnya.

Share:

Artikel Terkait

Kembali ke Beranda