Industri

Taylor Swift Digugat Merek Dagang atas 'The Life of a Showgirl'

Oleh KabarMusik 6 menit baca
Taylor Swift Digugat Merek Dagang atas 'The Life of a Showgirl'

Taylor Swift kembali berhadapan dengan gugatan hukum—kali ini soal merek dagang. Maren Flagg, seorang penyanyi, penulis lagu, dan komedian asal Nevada, mengajukan gugatan terhadap Swift dan tiga pihak lain terkait penggunaan nama The Life of a Showgirl sebagai judul album dan merek komersial.

Gugatan ini pertama kali diajukan pada 30 Maret 2026 di Pengadilan Distrik AS untuk Central District of California. Setelah pengacara Swift mengajukan mosi untuk membatalkan gugatan pada Mei, Flagg merespons dengan mengajukan amended complaint pada 16 Juni 2026. Gugatan terbaru ini merestrukturisasi argumen dan menambahkan detail baru yang memperkuat klaimnya.

Siapa Maren Flagg dan Mengapa Ia Menggugat?

Maren Flagg, yang tampil dengan nama panggung Maren Wade, adalah seorang performer multitalenta yang telah menggunakan nama Confessions of a Showgirl sejak 2014. Berawal dari kolom di Las Vegas Weekly tentang kehidupannya sebagai pekerja panggung, nama itu kemudian berkembang menjadi pertunjukan kabaret langsung di berbagai tempat seperti Laurie Beechman Theatre di New York dan Myron’s at The Smith Center di Las Vegas.

Flagg juga telah memperluas merek tersebut ke dalam buku, podcast, dan video daring. Pertunjukan terakhirnya berlangsung pada Januari 2026. Ia memiliki US Trademark Registration No. 4800625 untuk Confessions of a Showgirl yang terdaftar pada 2015 dan dinyatakan incontestable berdasarkan hukum federal.

Gugatan diajukan setelah Swift merilis album The Life of a Showgirl pada Oktober 2025. Dalam gugatan awal, Flagg menyebut bahwa kehadiran komersial Swift yang masif dapat menenggelamkan merek senior miliknya—“sampai konsumen mulai menganggap yang asli adalah tiruan.”

Apa yang Diubah dalam Amended Complaint?

Amended complaint menamai empat tergugat dengan peran yang jelas:

TergugatPeran
Taylor SwiftMemilih, menyetujui, dan mempromosikan nama merek
TAS Rights ManagementMemiliki dan melisensikan merek tersebut
UMG RecordingsMendistribusikan rekaman dan barang terkait
Bravado International Group (anak usaha UMG)Mendesain, memproduksi, dan menjual merchandise

Pembagian peran ini merupakan respons langsung terhadap argumen Swift dalam mosi Mei, yang menyatakan bahwa gugatan awal “menyatukan para tergugat lebih dari 90 kali” sehingga melanggar aturan pengajuan federal.

Gugatan terbaru juga menambahkan bukti bahwa semua tergugat mengarahkan tindakan mereka ke California—lokasi kantor UMG dan Bravado. Flagg menyebut Swift menulis dan menyutradarai video musik single utama album tersebut di Los Angeles Theatre, mengambil foto merchandise di lokasi yang sama, serta menghadiri iHeart Radio Music Awards 2026 di Los Angeles untuk mempromosikan album.

“Apa yang Penggugat bangun selama dua belas tahun, tergugat ancam hapus dalam hitungan minggu.”

Argumen Reverse Confusion

Kunci kasus Flagg adalah teori reverse confusion—kebalikan dari klaim merek dagang biasa. Alih-alih pihak kecil menumpang nama terkenal, Flagg berargumen bahwa skala komersial Swift begitu besar sehingga konsumen justru menganggap merek Flagg yang sudah ada selama satu dekade sebagai tiruan.

Gugatan menganalogikan situasi ini dengan Prince—penonton mulai menganggap pertunjukan asli Flagg sebagai tribute terhadap rilisan Swift.

Pengacara Swift menolak kerangka itu. Mereka berargumen bahwa barang dijual melalui toko daring Swift sendiri (store.taylorswift.com), sehingga konsumen pasti tahu produk siapa yang mereka beli. Album The Life of a Showgirl terjual lebih dari 4 juta unit setara album di AS dalam minggu pertama, memecahkan rekor penjualan minggu pertama era modern.

Sebaliknya, Confessions of a Showgirl adalah satu-satunya merek yang membangun karier Flagg, sementara TAS mengelola lebih dari 175 pendaftaran dan permohonan merek atas nama Swift.

Penolakan USPTO Jadi Senjata Flagg

TAS mendaftarkan The Life of a Showgirl sebagai merek dagang AS pada 11 Agustus 2025, mengklaim prioritas dari aplikasi di Jamaika pada 15 Mei 2025. Pendaftaran mencakup 14 kelas internasional, meliputi rekaman musik hingga lilin, serbet, dan tali sepatu.

Pada 5 November 2025, USPTO mengeluarkan nonfinal Office Action yang menolak pendaftaran di dua kelas, dengan alasan kemungkinan kebingungan dengan merek Confessions of a Showgirl milik Flagg. Pemeriksa menemukan bahwa kedua merek berbagi kata “of a showgirl”, memiliki suara dan penampilan serupa, dan bahwa penunjukan Swift “bisa dianggap sebagai perluasan” dari merek Flagg.

Pengacara Swift membalas bahwa penolakan itu bersifat nonfinal, hanya mencakup dua dari 14 kelas, dan menyangkut intent-to-use filing yang belum ada bukti penggunaan. Aplikasi tersebut ditangguhkan, dan USPTO mengindikasikan bahwa penolakan akan bersifat final setelah penangguhan dicabut.

Gugatan Flagg memposisikan upaya pendaftaran ini sebagai bukti bahwa penunjukan Swift berfungsi sebagai merek dagang—bukan sekadar judul karya kreatif.

“Orang tidak mendaftarkan ekspresi. Orang mendaftarkan merek dagang.”

Respons Tim Hukum Swift

Pengacara Swift dari Venable LLP mengajukan mosi untuk membatalkan gugatan pada 26 Mei, menyebut kasus ini sebagai upaya “mencari publisitas dengan mengaitkan diri dengan Ms. Swift.” Argumen mereka: premis klaim reverse confusion—bahwa konsumen akan mengira barang kabaret Flagg terafiliasi dengan Swift—adalah “absurd.”

Mosi juga menunjukkan bahwa frasa serupa sudah banyak digunakan, seperti Portrait of a Showgirl, The Last Showgirl, dan Confessions of a Vegas Showgirl. Dalam sidang 27 Mei, pengacara Swift J. Douglas Baldridge berargumen bahwa judul album dilindungi Amandemen Pertama sebagai “karya ekspresif klasik”, mengutip uji Rogers v. Grimaldi. Mereka juga merujuk pada putusan Desember 2025 di pengadilan yang sama yang menolak gugatan terhadap Lady Gaga atas penggunaan Mayhem sebagai judul album dan merchandise.

Soal yurisdiksi, mosi menyatakan Swift berdomisili di Tennessee, bertentangan dengan klaim gugatan bahwa ia penduduk California.

Menariknya, dalam pengajuan yang menentang permohonan injunksi Flagg, pengacara Swift menuduh Flagg justru menggunakan nama, karya seni, dan musik The Life of a Showgirl untuk mempromosikan mereknya sendiri—termasuk lebih dari 40 unggahan media sosial dengan tagar #thelifeofashowgirl setelah album diumumkan.

Apa Selanjutnya?

Hakim Serena R. Murillo belum memutuskan permohonan injunksi Flagg dalam sidang 27 Mei, dan mengatakan keputusan tertulis akan menyusul. Hakim Murillo merumuskan pertanyaan sentral: apakah The Life of a Showgirl, sebagai karya ekspresif, dilindungi dari klaim merek dagang berdasarkan Amandemen Pertama?

Pengacara Flagg, Jaymie Parkkinen, berargumen bahwa judul tidak dilindungi karena Swift menggunakannya tidak hanya untuk musik tetapi sebagai “kampanye merek.”

Sidang untuk mosi pembatalan gugatan awal dijadwalkan pada 5 Agustus 2026. Namun, amended complaint yang diajukan pada 16 Juni telah menggantikan versi yang menjadi sasaran mosi tersebut, sehingga para tergugat akan memiliki kesempatan untuk merespons pengajuan baru.

Flagg meminta injunksi yang melarang penggunaan The Life of a Showgirl sebagai merek dagang, akuntansi dan pengembalian laba, ganti rugi, serta biaya pengacara.

Sengketa ini terjadi di tengah gelombang kasus merek dagang yang melibatkan artis rekaman, termasuk FKA Twigs yang menggugat duo indie atas nama panggungnya pada Maret lalu.

Pertanyaan besarnya: apakah sistem hukum akan melindungi seniman independen yang membangun merek selama bertahun-tahun dari kekuatan komersial seorang superstar? Jawabannya akan memengaruhi cara label dan artis memperlakukan judul album sebagai aset merek—bukan sekadar karya seni.

Share:

Artikel Terkait

Kembali ke Beranda