Kanada Blokir Situs Stream Ripping, Preseden Baru Industri Musik Global
Industri musik Kanada berhasil mencatatkan sejarah baru. Pengadilan Federal Kanada mengeluarkan perintah blokir situs (site-blocking order) pertama yang diajukan oleh industri musik—menargetkan tiga layanan stream ripping yang selama ini menguras hak cipta dari platform streaming legal.
Perintah ini dikeluarkan pada 15 Juni 2026 dan dimenangkan oleh Music Canada, asosiasi dagang yang mewakili tiga label besar di Kanada: Sony Music Entertainment Canada, Universal Music Canada, dan Warner Music Canada.
Apa Itu Stream Ripping?
Stream ripping adalah praktik memasukkan URL lagu atau video dari platform streaming legal seperti YouTube, Spotify, atau Apple Music ke situs pihak ketiga. Situs tersebut kemudian mengonversi dan mengunduh file audio permanen—tanpa izin dari pemegang hak cipta. Akibatnya, artis dan pemilik hak tidak mendapatkan royalti yang seharusnya mereka peroleh dari setiap putaran streaming.
Menurut Music Canada, stream ripping kini menjadi salah satu bentuk pembajakan musik yang paling meluas di era digital. Mereka menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap fondasi pasar musik Kanada.
“Stream ripping… cuts artists out of the royalties they’ve earned by siphoning listeners away from legitimate streaming services, and it directly threatens the foundation of Canada’s music marketplace.” — Music Canada
Artinya: “Stream ripping memotong royalti yang sudah diperoleh artis dengan mengalihkan pendengar dari layanan streaming legal, dan secara langsung mengancam fondasi pasar musik Kanada.”
Detail Putusan Pengadilan
Hakim Fothergill dari Pengadilan Federal Kanada memutuskan bahwa operator situs-situs tersebut telah melanggar Undang-Undang Hak Cipta Kanada. Menurut pengadilan, platform-platform ini menyediakan layanan yang “satu-satunya fungsi” adalah memungkinkan reproduksi tanpa izin.
Perintah blokir mewajibkan sembilan penyedia layanan internet (ISP) utama di Kanada—termasuk Bell, Rogers, dan TekSavvy—untuk memblokir akses ke domain-domain target menggunakan metode DNS blocking atau rerouting selama dua tahun. ISP juga wajib menampilkan pemberitahuan kepada pengunjung domain yang diblokir, menjelaskan alasan pemblokiran.
Domain yang terkena perintah ini adalah:
- Y2mate.ws
- YTmp3.lat
- Savefrom.space
- Spowload.cc
Selain pemblokiran, pengadilan juga mengeluarkan injunksi permanen yang memerintahkan operator—yang disebut sebagai “John Doe” (identitas tidak diketahui)—untuk menghentikan semua aktivitas pelanggaran dan menonaktifkan domain-domain tersebut.
Mekanisme Perlindungan Masa Depan
Salah satu aspek paling strategis dari putusan ini adalah ketentuan yang mengizinkan Music Canada memperluas daftar blokir ke domain copycat baru tanpa harus mengajukan sidang baru. Cukup dengan mengajukan afidavit yang mengidentifikasi domain pelanggar baru, dan jika tidak ada keberatan dari sembilan ISP dalam waktu 10 hari kerja, pengadilan dapat langsung memperluas daftar blokir.
Ketentuan ini sangat penting karena Hakim Fothergill sendiri mencatat bahwa operator yang disebut dalam putusan sebenarnya sudah merupakan copycat dari merek stream ripping serupa yang sebelumnya dinonaktifkan. Domain copycat baru terus bermunculan di internet.
Bagaimana Pemblokiran DNS Bekerja
Untuk memahami dampak teknis putusan ini, penting mengetahui cara kerja DNS blocking. Ketika pengguna Kanada mencoba mengakses domain yang diblokir, ISP akan mencegat permintaan DNS dan mengarahkannya ke halaman peringatan, bukan ke server situs. Metode ini tidak memblokir alamat IP spesifik, melainkan nama domain, sehingga operator situs tidak bisa dengan mudah menghindar hanya dengan mengganti server. Namun, kelemahannya adalah domain copycat dengan nama baru bisa muncul dalam hitungan jam, sehingga mekanisme perluasan cepat menjadi krusial. Teknologi ini telah diuji di Inggris dan Australia, di mana tingkat efektivitasnya mencapai 70-80% dalam mengurangi lalu lintas ke situs ilegal selama tahun pertama.
Sikap Music Canada
CEO Music Canada, Patrick Rogers, memberikan pernyataan tegas setelah putusan.
“I believe artists should be paid when their music is played. To create the best possible environment for that to happen, we have to shut down sites that promote stealing music.” — Patrick Rogers, CEO Music Canada
Artinya: “Saya percaya artis harus dibayar ketika musik mereka diputar. Untuk menciptakan lingkungan yang paling baik agar hal itu terjadi, kita harus menutup situs-situs yang mempromosikan pencurian musik.”
Rogers juga menambahkan bahwa Music Canada berkomitmen untuk mengambil tindakan terhadap “aktor jahat yang sengaja mencuri dari artis dan pemegang hak cipta”.
Konteks Industri dan Sejarah Hukum
Kanada bukanlah negara pertama yang menggunakan site-blocking order untuk memerangi stream ripping. Praktik serupa sudah diterapkan di Inggris, Brasil, Australia, dan berbagai negara Eropa. Pada Oktober 2025, IFPI berhasil menutup permanen Y2mate.com dan 11 layanan stream ripping lainnya melalui tindakan penegakan hukum di Vietnam.
Pengadilan Federal Kanada sendiri sebelumnya sudah pernah mengeluarkan injunksi serupa untuk menargetkan operator penyiaran olahraga langsung ilegal—termasuk siaran NHL—sehingga kerangka hukumnya sudah ada.
Menurut IFPI Global Music Report 2026, Kanada menempati peringkat sembilan pasar musik rekaman terbesar di dunia pada 2025, dengan pertumbuhan pendapatan 5,6% YoY. Saat ini, streaming online menyumbang lebih dari 80% pendapatan musik rekaman di negara tersebut, menjadikan perlindungan terhadap stream ripping semakin kritis.
Sebelum mengajukan gugatan, Music Canada sudah berhasil menutup atau memblokir empat situs stream ripping lain melalui surat penghentian dan penghentian (cease-and-desist), termasuk apa yang disebut sebagai destinasi stream ripping paling populer di Kanada yang mencatat 1,7 juta kunjungan bulanan.
Dampak bagi Musisi dan Industri
Music Canada menekankan bahwa streaming online kini menyumbang lebih dari 75% pendapatan musik rekaman di Kanada. Setiap kali pendengar beralih ke situs stream ripping, artis kehilangan royalti mekanis dan performa yang seharusnya mereka dapatkan dari DSP seperti Spotify dan Apple Music.
Putusan ini menjadi preseden penting di kawasan Amerika Utara. Dengan mekanisme perluasan daftar blokir yang cepat, industri musik Kanada kini memiliki alat hukum yang lebih tajam untuk memerangi pembajakan digital. Pertanyaannya, apakah negara lain akan mengikuti jejak Kanada? Mengingat stream ripping adalah masalah global, langkah ini bisa menjadi cetak biru bagi negara-negara yang ingin melindungi pendapatan artis dari praktik serupa.
Tabel perbandingan efektivitas pemblokiran di beberapa negara menunjukkan tren positif:
| Negara | Tahun Implementasi | Penurunan Trafik Situs Ilegal (1 tahun) |
|---|---|---|
| Inggris | 2017 | 72% |
| Australia | 2021 | 65% |
| Brasil | 2023 | 68% |
| Kanada | 2026 | Estimasi 60-80% |
Data ini menunjukkan bahwa site-blocking order konsisten mengurangi akses ke konten bajakan, meskipun selalu ada tantangan dari domain copycat.

