Lagu Dihapus dan Dirilis Ulang: Pakai ISRC Lama atau Baru?
Aturan Dasarnya
Aturan ISRC sebenarnya sederhana: jika rekamannya sama, ISRC-nya sama. Tidak peduli berapa kali lagu itu ditarik dan dirilis ulang — selama file audio yang digunakan identik dengan versi original, ISRC lama tetap berlaku.
Tapi dalam praktik, ada banyak nuansa yang membingungkan. Berikut breakdown lengkapnya.
Skenario: Kapan Pakai ISRC Lama?
✅ Pakai ISRC lama jika:
- Pindah distributor — Lagu yang sama didistribusikan via distributor baru. Audio identik, hanya jalur distribusi yang berubah.
- Takedown lalu re-upload — Anda tarik lagu karena alasan pribadi/teknis, lalu rilis lagi tanpa perubahan audio.
- Ganti artwork/metadata — Cover art baru, deskripsi baru, tapi audio tetap sama.
- Masuk kompilasi — Lagu yang sama masuk ke album Greatest Hits atau playlist label.
Dalam semua kasus ini, audio master tidak berubah → ISRC tetap.
❌ Buat ISRC baru jika:
- Remaster — Audio diproses ulang (mastering baru = versi baru)
- Re-record — Direkam ulang dari awal (meskipun persis sama, ini rekaman baru)
- Remix — Versi remix dengan elemen baru
- Edit — Radio edit, clean version, extended version
- Live version — Rekaman live dari lagu yang sama
Prinsipnya: satu ISRC = satu versi audio spesifik. Jika audio berubah meskipun sedikit (remaster), itu rekaman baru dan butuh ISRC baru.
Apa yang Terjadi di Platform Jika Pakai ISRC Lama?
Saat Anda re-release dengan ISRC lama:
| Platform | Behavior |
|---|---|
| Spotify | Mengenali sebagai lagu yang sama, play count dipertahankan |
| Apple Music | Biasanya merge dengan entry lama |
| YouTube Music | Art Track bisa re-appear |
| Amazon Music | Reconnect ke data lama |
Ini adalah keuntungan utama mempertahankan ISRC: Anda tidak kehilangan history yang sudah dibangun.
Apa yang Terjadi Jika Salah Pakai ISRC Baru?
Jika Anda membuat ISRC baru untuk rekaman yang sebenarnya sama:
- Play count mulai dari nol — Semua streams sebelumnya “orphaned”
- Duplikasi di platform — Dua entry untuk lagu yang sama
- Playlist ejection — Lagu lama di-remove dari playlist, versi baru belum masuk
- Content ID conflict — YouTube bisa bingung versi mana yang di-claim
- Royalti split — Pendapatan terbagi antara dua ISRC
Ini tidak bisa di-undo. Setelah ISRC baru didistribusikan dan platform sudah mencatat, sangat sulit untuk merge kembali.
Case Study: Kesalahan Umum
Case 1: “Saya mau fresh start”
Musisi sengaja pakai ISRC baru karena ingin “reset” statistik atau karena malu dengan play count rendah. Jangan lakukan ini — play count rendah lebih baik dari play count nol. Algoritma platform juga melihat usia + engagement, bukan hanya total plays.
Case 2: “Distributor lama tidak kasih ISRC saya”
Beberapa distributor tidak menyediakan ekspor ISRC yang mudah. Solusi:
- Cek di Spotify (klik titik tiga → Share → Copy Song Link, ISRC ada di metadata)
- Cek di Apple Music via iTunes/Music app (Get Info → File)
- Hubungi support distributor lama — mereka wajib memberikan data ini
Case 3: “Saya remaster lagu lama, pakai ISRC mana?”
Jika audio berubah (bahkan sedikit dari remastering), buat ISRC baru. Tapi pertimbangkan: apakah perbedaannya signifikan? Jika hanya tweak minor yang pendengar tidak akan notice, beberapa musisi memilih tetap pakai ISRC lama. Ini gray area — secara teknis harus baru, tapi secara praktis banyak yang tidak diganti.
Prosedur Re-release yang Benar
- Catat ISRC lama sebelum takedown
- Takedown dari distributor lama
- Tunggu sampai lagu benar-benar hilang dari platform (3-7 hari)
- Upload ke distributor baru dengan ISRC lama
- Set release date ke tanggal original (bukan hari ini)
- Verifikasi setelah 3-5 hari bahwa platform mengenali sebagai lagu yang sama
Tips
- Simpan spreadsheet ISRC untuk semua lagu Anda — ini dokumen paling penting yang Anda miliki sebagai musisi digital
- Jangan percaya memori — catat, catat, catat
- Jika ragu antara ISRC lama vs baru, tanyakan: “Apakah audio master berubah?” Jika tidak → pakai lama
- Beberapa platform (terutama Spotify) sangat ketat soal ISRC matching — lebih baik konsisten dari awal
- Komunikasikan dengan distributor baru bahwa Anda ingin pakai ISRC existing, bukan generate baru

