Industri

Investor Palsu Napster Didakwa dengan Penipuan Dana $3 Miliar

Oleh KabarMusik 4 menit baca
Investor Palsu Napster Didakwa dengan Penipuan Dana $3 Miliar

Otoritas Amerika Serikat mendakwa seorang pria asal North Carolina, Charles Cole (57), dengan tuduhan penipuan terkait klaim investasi senilai $3 miliar yang disebut-sebut untuk Napster. Menurut jaksa dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), uang itu tidak pernah ada—semua hanya fiksi yang dibangun dengan dokumen bank palsu dan situs web bank tiruan.

Cole menghadapi dakwaan penipuan kawat (wire fraud), konspirasi penipuan kawat, dan konspirasi penipuan sekuritas. Ia juga digugat secara perdata oleh SEC bersama pengacaranya, Torben Welch, dan tiga entitas yang ia kuasai. Kasus ini dibuka di pengadilan federal New York pada 11 Juni 2026.

Kronologi Skema Penipuan

Skema ini berpusat pada Infinite Reality, perusahaan teknologi asal Florida yang mengakuisisi Napster pada 2025. Pada pertengahan 2024, Infinite Reality sedang mencari pendanaan sekitar $350 juta. Seorang perantara memperkenalkan Cole sebagai pihak yang bisa membantu.

Cole awalnya menawarkan obligasi senilai $1 miliar dengan imbalan saham senilai $350 juta, tetapi gagal. Kemudian ia mengaku ingin membeli miliaran dolar saham secara langsung. Untuk mendukung klaimnya, ia menyerahkan dokumen yang menyatakan pendapatan tahunan $50 juta dan kekayaan bersih $800 juta—semua palsu.

Puncak kepalsuan: Cole memalsukan surat di atas kop surat bank di Swedia yang menyatakan bahwa entitas yang ia kendalikan, Avranoc LLC, memiliki €49 miliar (sekitar $57 miliar) kas yang siap dibelanjakan. Bersama Welch, Cole meyakinkan Infinite Reality bahwa ia memiliki aset minimal $55 miliar.

“Seperti yang didakwakan, Charles Cole membangun fiksi kekayaan menggunakan catatan bank palsu, korespondensi palsu, dan situs web bank palsu, lalu menggunakan fiksi itu untuk memperoleh ratusan juta saham tanpa niat membayar,” kata Jay Clayton, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York.

Ketika pembayaran tidak kunjung tiba, Cole mengaku memiliki miliaran dolar di bank lain, kali ini di Malaysia, dan mengaku telah membuka rekening atas nama Infinite Reality di sana. Salah satu surat palsu menyatakan Cole “siap, bersedia, dan mampu” mentransfer $3,36 miliar. Kenyataannya, rekening itu fiktif: Cole dan seorang rekannya membuat server luar negeri yang menampilkan situs web tiruan bank asli, lengkap dengan halaman login yang menampilkan saldo palsu.

Eksekutif Infinite Reality bahkan menerima email selamat datang palsu, masuk ke akun tersebut, dan melihat saldo yang tampak terisi. Akibatnya, Infinite Reality menerbitkan setidaknya 239 juta saham kepada Cole dan entitasnya.

Peran Pengacara dan Tuntutan Hukum

Selain Cole, pengacara Utah Torben Welch juga terjerat gugatan perdata SEC. SEC mendakwa Welch membantu mendapatkan pinjaman $1 juta pada Mei 2025 dengan memberikan dokumen palsu untuk memverifikasi kekayaan Cole dan memberikan jaminan palsu kepada pemberi pinjaman.

Tuduhan terhadap Cole meliputi:

  • Wire fraud (penipuan kawat): maksimal 20 tahun penjara.
  • Konspirasi wire fraud: maksimal 20 tahun penjara.
  • Konspirasi penipuan sekuritas: maksimal 5 tahun penjara.

Cole juga menghadapi tuntutan perdata yang meminta perampasan seluruh hasil kejahatan. Namun, semua tuduhan ini masih bersifat dakwaan; Cole dianggap tidak bersalah sampai terbukti di pengadilan.

Dampak pada Infinite Reality dan Napster

Infinite Reality mengakuisisi Napster pada Maret 2025 dalam kesepakatan senilai $207 juta. Beberapa minggu sebelumnya, perusahaan mengumumkan pendanaan $3 miliar dari investor anonim—yang kini diketahui adalah Cole. Dana itu tidak pernah masuk, dan saham yang diterbitkan kepada Cole akhirnya dicabut oleh Infinite Reality pada Maret 2026 setelah skema terbongkar.

Kasus ini menjadi pukulan reputasi bagi Infinite Reality, yang bernilai sekitar $12,25 miliar sebelum skandal terungkap. Meski perusahaan telah mengambil langkah mencabut saham, pertanyaan tentang tata kelola dan uji tuntas (due diligence) muncul ke permukaan.

Riwayat Panjang Napster

Napster lahir pada 1999 sebagai layanan berbagi file peer-to-peer yang memicu gelombang pelanggaran hak cipta dan gugatan besar dari industri musik. Setelah ditutup paksa, merek Napster berubah tangan beberapa kali: bergabung dengan Rhapsody pada 2011, kembali menggunakan nama Napster pada 2016, dijual ke MelodyVR seharga $70 juta pada 2020, lalu ke Hivemind Capital dan Algorand pada 2022, sebelum akhirnya diakuisisi Infinite Reality.

Kini, Napster kembali menjadi sorotan—bukan karena kontroversi hak cipta, melainkan karena penipuan investasi. Ironisnya, kasus ini justru mengingatkan bahwa dunia musik tidak kebal terhadap skandal keuangan.

Apa Selanjutnya?

Persidangan Cole akan dipimpin oleh Hakim Distrik Vernon S. Broderick. Cole telah disidang di Distrik Barat North Carolina pada 11 Juni. Sementara itu, SEC melanjutkan gugatan perdata terhadap Cole dan Welch.

Bagi para music publisher dan pemegang hak cipta, kasus ini menjadi pengingat bahwa klaim investasi besar harus selalu diverifikasi secara ketat. Di industri yang terus bergulat dengan transparansi royalti performing dan nilai aset, skema seperti ini bisa terjadi di mana saja.

Pertanyaan besarnya: apakah Infinite Reality mampu memulihkan kepercayaan investor dan melajukan bisnis Napster ke depan? Ataukah kasus ini akan menjadi batu sandungan baru bagi perjalanan panjang merek legendaris tersebut?

Share:

Artikel Terkait

Kembali ke Beranda