Derivative Work (Karya Turunan)
Karya baru yang dibuat berdasarkan karya yang sudah ada, seperti remix, cover, sampling, terjemahan, atau aransemen baru.
Apa Itu Derivative Work?
Derivative work (karya turunan) adalah karya baru yang dibuat berdasarkan atau menggunakan elemen dari karya yang sudah ada. Dalam musik, ini mencakup remix, cover song, sampling, aransemen baru, terjemahan lirik, dan mashup.
Contoh Derivative Work dalam Musik
| Jenis | Contoh |
|---|---|
| Cover song | Rekaman baru dari lagu orang lain |
| Remix | Versi alternatif menggunakan stems original |
| Sampling | Mengambil potongan audio dari rekaman lain |
| Interpolasi | Memainkan ulang melodi/lirik dari lagu lain |
| Aransemen | Mengubah instrumentasi/struktur lagu |
| Terjemahan | Menerjemahkan lirik ke bahasa lain |
Aspek Hukum
Membuat derivative work dari karya berhak cipta membutuhkan izin dari pemilik karya asli kecuali:
- Karya asli sudah masuk public domain
- Penggunaan memenuhi kriteria fair use (terbatas)
Tanpa izin, distribusi derivative work bisa dianggap pelanggaran hak cipta.
Kepemilikan
- Pencipta derivative work memiliki hak cipta atas elemen baru yang ditambahkan
- Pemilik karya asli tetap memiliki hak atas elemen original
- Biasanya diselesaikan dengan perjanjian royalti atau split sheet
Tips
- Selalu dapatkan izin tertulis sebelum membuat dan mendistribusikan karya turunan
- Setiap derivative work membutuhkan ISRC sendiri
- Dokumentasikan kontribusi kreatif Anda dalam derivative work