Royalti & Lisensi

Back Catalog

Koleksi musik lama milik artis atau label yang sudah dirilis sebelumnya, sering menjadi sumber revenue pasif yang signifikan.

2 menit baca

Apa Itu Back Catalog?

Back catalog merujuk pada semua rekaman dan komposisi yang sudah dirilis oleh artis atau label di masa lalu — biasanya lebih dari 18-24 bulan sejak rilis. Ini berbeda dari “frontline” (rilis baru yang masih aktif dipromosikan).

Mengapa Back Catalog Penting?

Back catalog adalah mesin revenue pasif:

  • Terus menghasilkan streaming royalti tanpa promosi aktif
  • Sering digunakan di film, TV, iklan (sync licensing)
  • Bisa mendapat “second life” jika viral di TikTok atau fitur di media
  • Menjadi aset bernilai tinggi untuk catalog acquisition

Back Catalog vs Frontline

Back CatalogFrontline
Usia> 18-24 bulanBaru rilis
PromosiMinimal/tidak adaAktif
Revenue trendStabil, gradualPeak lalu turun
Kontribusi total60-70% revenue label besar30-40%

Fakta Industri

  • Di major label, back catalog menyumbang lebih dari 60% total streaming revenue
  • Lagu-lagu lama di Spotify sering mendapat lebih banyak total streams dari rilis baru
  • “Catalog streaming” tumbuh lebih cepat dari “new release streaming” di banyak pasar

Strategi Memaksimalkan Back Catalog

  • Playlist pitching — Masukkan lagu lama ke playlist thematic/mood
  • Remaster/anniversary edition — Berikan alasan baru untuk mendengarkan
  • Sync placement — Lagu lama sering lebih murah licensing-nya
  • TikTok seeding — Lagu lama bisa viral kembali
  • Metadata cleanup — Pastikan metadata dan ISRC benar

Tips

  • Jangan abaikan katalog lama — ini aset yang terus menghasilkan
  • Review performance katalog secara berkala di analytics DSP
  • Jika ada lagu lama yang tiba-tiba naik, respond cepat dengan konten/promosi

Istilah Terkait

Semua Istilah