GEMA Siapkan Dataset Musik Berlisensi untuk Melatih AI
Perusahaan AI kini punya pilihan untuk melatih teknologinya tanpa mengambil musik secara sembarangan.
Organisasi hak musik Jerman, GEMA, meluncurkan PLAI by GEMA, dataset musik berlisensi yang dirancang khusus untuk pengembangan teknologi AI.
Dataset tersebut berisi sekitar 178 ribu file audio dari lebih dari 60 genre. Materinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap perusahaan yang ingin mengembangkan alat berbasis AI.
Bukan hanya audio, paket PLAI juga menyertakan metadata serta hak atas komposisi dan master. Seluruh kebutuhan lisensi ditawarkan melalui satu sumber.
Menawarkan Jalur Legal untuk AI Training
Selama ini, perdebatan AI musik banyak berpusat pada dugaan penggunaan karya tanpa izin untuk melatih model generatif.
PLAI mencoba menawarkan pendekatan berbeda. Perusahaan teknologi dapat memperoleh data musik yang telah mendapat izin, sementara pemegang hak membuka peluang pendapatan baru dari AI training.
Menurut laporan Music Business Worldwide, GEMA menyebut PLAI sebagai penawaran pertama sejenisnya di Eropa.
Perusahaan transkripsi musik berbasis AI asal Jerman, Klangio, menjadi pelanggan pertama dataset tersebut.
Klangio mengembangkan teknologi yang dapat mengubah rekaman musik menjadi notasi. Penggunaan seperti ini berbeda dari generator lagu yang menghasilkan musik baru untuk bersaing dengan karya dalam data pelatihannya.
GEMA menyatakan PLAI ditujukan untuk alat AI yang membantu kreator selama produksi. Hasil akhirnya juga tidak boleh bersaing langsung dengan musik yang digunakan sebagai bahan training.
Hak Komposisi dan Master dalam Satu Paket
Lisensi musik untuk AI tidak sederhana. Satu rekaman dapat melibatkan hak komposisi, publisher, master recording, performer, dan pemilik rekaman.
Lewat PLAI, GEMA menawarkan audio beserta hak yang dibutuhkan melalui satu pintu. Pendekatan ini dapat mengurangi proses perizinan terpisah yang biasanya memakan waktu.
Dataset tersebut dikembangkan bersama Bailer Music Publishing, Earmotion Audio Creation, Intervox Production Music, Music Sculptor, dan Sonoton Music.
Publisher, collecting society, serta pemegang hak lainnya juga dapat bergabung sebagai penyedia materi.
GEMA sendiri mewakili lebih dari 100 ribu composer, lyricist, dan music publisher. Organisasi tersebut bertugas memastikan anggotanya menerima pembayaran dari penggunaan karya mereka. Informasi itu tercantum dalam profil resmi GEMA.
Industri Musik Mulai Menjual Lisensi untuk AI
Langkah GEMA menunjukkan bahwa hubungan industri musik dan AI mulai memasuki fase baru.
Pemegang hak tidak lagi hanya mempertanyakan apakah musik digunakan tanpa izin. Mereka juga mulai menyusun produk lisensi yang memang dirancang untuk kebutuhan perusahaan AI.
Namun, model seperti PLAI belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan. Transparansi data, pembagian pendapatan, atribusi, dan batas penggunaan hasil training tetap perlu dijelaskan.
Perkembangan ini juga relevan bagi Indonesia. Pemerintah sedang mendorong penguatan database musik nasional, tetapi pembahasan tentang lisensi musik untuk AI masih terbatas.
Database yang rapi nantinya tidak hanya berguna untuk distribusi royalti. Dengan aturan yang jelas, data dan katalog musik juga dapat membuka sumber pendapatan baru tanpa menghilangkan kendali pencipta.
AI tetap membutuhkan musik untuk belajar. Pertanyaan terpentingnya adalah apakah musisi mengetahui, menyetujui, dan menerima bayaran dari proses tersebut.

