Review Mini Album : Tidak Ada Salju Di Sini

Tidak Ada Salju Disini

Kali ini, malam kudus tak terasa cepat menjadi senyap ketika keluarga kembali berpulang ke kediaman masing – masing. Tepat jam 10 malam pada hari yang “juga” dinantikan oleh banyak kalangan, ada beberapa individu yang telah menciptakan sebuah kehangatan di negara yang penuh kecemasan. Semacam karya yang tercipta dari beberapa keluh kesah yang dituangkan dalam kombinasi puisi dan melodi khas natalan, keagamaan dan ditambah bagaimana kondisi lingkungan yang ada sekitaran mereka yang dengan suka cita di tunjukkan pada 4 kanal Youtube yang berbeda.

Dalam setiap bagian yang mereka lantunkan, masing – masingnya memiliki pesan dan kesan dalam yang ingin mereka sampaikan. Di bagian pertama ( Part I ) yang digawangi oleh Enrico Octaviano, pesan pertama adalah bahwa natalan, juga dinantikan – dan kesalahan yang sama jangan lagi terulang kembali. kesalahan apa yang memang pernah terjadi ? Mari, kita renungi.

Bagian kedua ( Part II ) yang langsung disampaikan oleh musisi yang baru saja mendapat berkah dari Tuhan menjelang malam natalan, Petra Sihombing yang menyambut kelahiran putra pertama pada perjalanan proyekan ini. Kesan dan pesan yang tersiratkan sangatlah sarat akan kondisi dan ironi yang baru saja terjadi di negeri ini. Ironi apa yang memang pernah terjadi ? Mari, kita renungi.

Disambut pada bagian ketiga ( Part III ) ada Herald Reynaldo alias Krautmilk yang telah merasa resah serta gelisah. Karena pesan yang ia sampaikan adalah tentang masih adanya rasa ke-tidak-amanan untuk sekadar merayakan hari yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga demi serasa kebahagiaan. Rasa ke-tidak-amanan apa yang memang telah tercipta ? Mari, kita renungi.

Dan sebagai penutup pada sebuah ajakan untuk bersama – sama merayakan hari yang “juga” dinantikan, baik sebagai hari yang disakralkan atau hanya sekadar dinikmati untuk liburan panjang diakhir tahunan. Baskara Putra pada bagian keempat ( Part IV ) dengan lantang menyatakan bagaimana per-be-da-an masih sangat terasa di negara yang katanya menjunjung tinggi per-satu-an. Per-be-da-an apa yang memang sedang dirasakan ? Mari, kita renungi.

Kenapa harus kita renungi? Apakah ini yang memang telah terjadi – di tanah ibu pertiwi yang dicintai oleh tidak hanya satu golongan tapi berbagai golongan yang memiliki banyak perbedaan ini?

Kembali, mari kita renungi. Mari, kita buang sejenak ego dalam diri pribadi. Anggap saja waktu sekitar 12 menit yang tertuang dalam 4 bagian yang telah mereka ciptakan sebuah liturgi untuk mengantar diri merenungi apa yang telah terjadi selama ini sebagai refleksi menuju perubahan yang lebih manusiawi.

Akhir kata, tak lain dan tak bukan, orang – orang yang terlibat dalam pembuatan karya cipta ini hanya ingin berkata:
Tak apa kita berbeda, karna kuyakin kita tetap bisa bahagia. Tak usah lagi kita terus cari permasalah disini, karna tidak ada salju disini.

Selamat Natal dan Tahun Baru !

sumber : https://medium.com/@koncosclub/review-tidak-ada-salju-disini-part-i-iv-ep-project-edisi-natal-oleh-petra-sihombing-herald-63373d1ca35f