Pangalo! Membakar Kancah Hip Hop Indonesia Dengan Daya Hidup Dosis Tinggi

Pangalo! - Hurje!

Kombinasi antara filsafat Nitzsche, ketajaman lirik, sentuhan midas Senartogok, serta penghormatan terhadap tradisi Batak, menghasilkan kandidat proyek hip hop paling seru 2018.

Pangalo! adalah kejutan menarik dalam lanskap hip hop Indonesia. Single perdananya, ‘Menghidupi Hidup Sepenuhnya’, masuk dalam kompilasi Pretext for Bumrush rilisan Grimloc Records tahun lalu. MC asal Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara ini menyodorkan tema menarik: optimisme melimpah ruah. Optimismenya bukan sekadar untaian kalimat motivasi ala Mario Teguh agar kita menjadi pribadi lebih baik atau menceritakan kisah sukses mantan OB menjadi rapper kaya raya. Lebih dari itu, Pangalo mengajak pendengar gagah berani menghadapi pergulatan hidup, tercermin dari ‘Menghidupi Hidup’, maupun single terbarunya, ‘Pemenang’ yang belum lama disebar ke khalayak.

Mari mulai lebih dulu dengan ‘Menghidupi Hidup’. Video klipnya bisa dibilang eksperimen menarik yang belum pernah dilakukan musisi hip hop Indonesia, yakni mengajak sebanyak mungkin cameo—keluarga dan teman tongkrongan—ikut menyanyikan liriknya. Lirik yang memberdayakan macam “Apa kabar, apakah kakimu telah berakar/atau masihkah berkobar mengembara dan berlayar?” dan “Tetaplah kau hunus amarahmu macam semangat Sisifus/Kepakkan harapanmu bagai sayapnya Ikarus” terasa lebih nendang berkat iringan sample funky ‘Come Around’ besutan Orgone, grup RnB asal California. 

Atmosfer keceriaan ini pula yang membuat single “Menghidupi Hidup” terasa menyeruak dibandingkan lagu-lagu lain dari kompilasi Pretext for Bumrush. Apapun ideologi yang diadopsi oleh Pangalo, yang kemungkinan besar anarkisme, lirik “Menghidupi Hidup” dapat dihayati siapapun—lepas dari spektrum politik mana saja yang kalian yakini. Semacam irama dansa untuk bangkit dari keterpurukan hidup.

Video klip ‘Menghidupi Hidup Sepenuhnya’ akhirnya dirilis pekan lalu, dengan konsep yang tak kalah asyik, bisa kalian simak di tautan awal artikel ini.

Sementara lewat ‘Pemenang’, Pangalo! menawarkan rute berbeda, lebih personal. Melodinya adalah oplosan gondang dan letupan rock n roll di chorusnya. Pangalo, lagi-lagi, menyodorkan tema yang sedikit sekali disentuh musisi hip hop sebelumnya: bakti kepada orang tua. Tenang, tidak ada nuansa melankoli yang biasanya muncul dari lagu-lagu pop mendayu tentang perantau saat mengenang kampung halaman. “Pemenang” adalah surat cinta Pangalo buat ayah ibunya yang sudah mengajarkannya nilai-nilai agar terus berjuang menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. “Ayah mencoba kerja ini, kerja itu, banting ini, banting tulang dan bahu. Meniti karir dalam luka bersama ibu, tak akan sembuh luka itu bila kau ragu.”

Dalam waktu dekat, Pangalo! akan melempar album perdananya bertajuk HURJE! Maka Merapallah Zarathustra. Dari judul saja, kita bisa sedikit menebak bila filsafat Friedrich Nietzsche sangat mempengaruhi lirik-lirik dan konsep album Pangalo. Filsuf asal Jerman itu dikenal memberi kebijaksanaan hidup lewat cara-cara provokatif, agar manusia bisa melampui dikotomi macam ‘kebaikan’ atau ‘keburukan’. Di sisi lain, Hurje adalah istilah khas dalam Bahasa Batak untuk menyebut babi yang biasa diternakkan penduduk. Irisan dengan Nietzsche makin kentara, mengingat sang filsuf pernah menyebut liberalisme dan demokrasi sebagai filsafat babi. Tentu saja, gagasan yang lebih utuh apakah lirik-lirik Pangalo mengelaborasikan telaah filsafat Nietzschean di lagu-lagunya patut dinanti lebih lanjut, berdasarkan 18 track dalam HURJE! yang rencananya rilis awal Maret mendatang.

Selain Pangalo, kredit patut diberikan buat Senartogok yang sekali lagi membuktikan diri sebagai produser bertangan midas di lanskap hip hop nusantara. Pangalo adalah bakat anyar yang dia poles, setelah sebelumnya sukses melesatkan Joe Million mengobrak-abrik skena rap dalam negeri. Jika kualitas 16 track dari HURJE! sekuat dua single yang sudah dilempar seharusnya sih rapper dan produser lokal lain semakin memacu diri menghasilkan karya seru berikutnya.

Sumber : https://www.vice.com/id_id/article/pamv38/pangalo-membakar-kancah-hip-hop-indonesia-dengan-daya-hidup-dosis-tinggi