Membedah Mini Album “Beberapa Orang Memaafkan” – .Feast

feast

Disini saya akan Membedah Mini Album “Beberapa Orang Memaafkan” – .Feast

Mungkin banyak orang sudah tau band .Feast ini, tetapi pasti lebih banyak lagi orang yang tidak tau atau mungkin bisa dibilang ‘belum tau’. Karena .Feast ini bisa dibilang cukup baru didunia permusikan indonesia, .Feast baru menjalani debut nya ditahun 2017 mei dengan mengeluarkan single yang bertajuk “Wives of ゴジラ / Gojira (We Belong Dead)” disana terdapat 2 track lagu yang berjudul Wives of ゴジラ / Gojira (We Belong Dead) featuring Janitra Satriani dan lagu Camkan.

Jujur waktu single tersebut itu keluar saya tidak tau, saya baru tau ada band yang bernama .feast itu waktu nonton di youtube nya Klip Klip mereka membawakan lagu yang judul nya Sectumsempra, yaitu single kedua mereka.

Reaksi saya setelah menonton itu cukup takjub tetapi jujur tidak membekas lama, sehingga saya tidak mengikuti band .Feast. Nah diakhir tahun 2017 saya menonton video “11 Album Lokal Terbaik 2017 Versi RROOOM!” di youtube channel nya Rayhan Noor (Gitaris dari band Glasskaca) disana dia menyebut albumnya .Feast yang bertajuk “Multiverses”.

Saya pun langsung buka spotify dan saya sangat kaget melihat kolaborator-kolaborator yang ada di dalam album tersebut seperti Mardial, Ramengvrl, Bam Mastro, dll. Dan saya akui Album .Feast – Multiverses SANGAT KEREN! Tapi disini saya tidak lagi membahas/review album Multiverses, disini saya ingin membahas EP/Mini Album .Feast yang berjudul “Berapa Orang Memaafkan”.

Sebelum .Feast mengeluarkan EP “Beberapa Orang Memaafkan” mereka mengeluarkan 3 single yaitu “Peradaban”, “Berita Kehilangan”, “Kami Belum Tentu”  saya sangat suka ketiga lagu tersebut. 3 lagu tersebut masuk di EP “Beberapa Orang Memaafkan” dan terdapat total ada 6 lagu di EP tersebut.

Membedah Mini Album “Beberapa Orang Memaafkan” – .Feast

Apa kata bapak

Oke langsung ke Intro atau Track pertama yaitu “Apa Kata Bapak” yang berkolaborasi dengan Sir Dandy. Jujur waktu saya awal dengar, saya tertawa yang saya tau Sir Dandy itu mempunyai lirik yang cukup komedi, di Track ini mereka menyentil beberapa badan pemerintahan yang kali ini ditujukan pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, mereka seperti menyindir bagaimana organisasi yang seharusnya memberikan contoh bagi pendidikan Indonesia justru tidak berperan sama sekali. Dan terdapat  slogan pendidikan seperti “Ing Ngarso sing Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” disebutkan hanya sebagai slogan semata namun tidak dipraktikkan.

Kami Belum Tentu

Setelah intro yang cukup menyentil, “Kami Belum Tentu” Di lagu ini bisa terdengar datar karena perulangan melodi. Secara lirik, lagu ini hook-nya sangat antemik , dan akan sangat mudah menggodok semangat para pendengar apabila dibawakan secara live. Semangat muda yang ingin disampaikan menurut saya cukup tersampaikan dalam liriknya.

Padi Milik Rakyat

Lagu ketiga “Padi Milik Rakyat” sedikit mengambil pengaruh dari sentuhan blues rock, namun masih diiringi dengan tambourin dan tempo di lagu ini cukup lambat tetapi lirik nya menurut saya sangat berat. Banyak perulangan lirik di lagu ini sehingga sangat gampang menempel di otak, lirik padi milik rakyat yang terus menerus diulang-ulang juga menjadikan lagu ini layaknya antem untuk perlawanan kaum ‘elite’. Secara musik, tidak terlalu banyak dinamika yang terjadi sehingga hanya lirik yang cukup vokal menyuarakan perlawanan inilah yang menjadi daya tarik utama. Dan saya sarankan lebih baik membaca lirik lagu ini, sehingga bisa menghargai pesan-pesan yang ingin diangkat dilagu.

Peradaban

“Peradaban” adalah single pertama yang memperlihatkan perubahan tema dan arah yang diambil oleh .Feast untuk album mini ini. Pesan yang terkandung dalam lagu ini cukup berat, menyinggung tentang kaum yang ingin mendominasi kaum lainnya untuk menegakkan peradaban ala mereka. Di lagu ini ada terdapat potongan lagu ‘Banda Neira – Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti’ dan saya cukup kaget waktu saya mendengarnya. Sebagai single pertama, “Peradaban” berhasil mencuri perhatian dan bisa bertahan di playlist kami cukup lama sebelum akhirnya menjadi membosankan.

Berita Kehilangan

Album “Beberapa Orang Memaafkan” ditutup dengan apik dengan lagu dengan judul “Berita Kehilangan”. Lagu ini memang pantas disebut sebagai lead single dari album ini karena mewakili beberapa unsur antara lain penempatan instrumen dengan layer yang cukup padat tapi harmonis. Repetisi dari hook ‘beberapa orang memaafkan’ sungguh catchy dan tidak mungkin tidak melekat bagi orang yang pertama mendengarkan.

Backing vocal serta adlib juga mendukung penuh lagu ini untuk mengakuisisi playlist The Display selama beberapa waktu. Semakin didengarkan, “Berita Kehilangan”terus menerus mengeluarkan karismanya. Dibantu dengan vokal dari Rayssa Dynta yang ternyata bisa juga menyanyi dengan power (tidak seperti proyek solonya yang cukup kalem), lagu ini ditutup dengan penggalan lagu Barasuara yang berjudul “Taifun” dengan lirik yang berhubungan dengan tema lagu.

Pendapat pribadi

Secara keseluruhan “Beberapa Orang Memaafkan” semakin membuat .Feast bersinar karena konsistensi yang mereka miliki mulai dari tema, musik, serta instrumen. Mendengarkan album ini seperti membawa kita pada berbagai realita kelam yang terjadi di tanah air. Menggodok isu sosial dan politik bagi musisi bisa menjadi bumerang apabila pesan yang ingin disampaikan lewat lirik terkesan setengah-setengah dan ala kadarnya hanya karena ingin merebut hati demografi tertentu. Namun menurut kami .Feast melakukan cukup banyak riset dalam pembuatan lirik serta penentuan tema, sehingga yang keluar dari penuturan serta pemilihan bahasanya pun cukup kompleks.

Mereka tidak sekedar mengecam secara langsung fenomena-fenomena yang terjadi, namun mengemasnya dengan nada-nada satir serta sarkastik. Beberapa melodi serta bar berulang bisa jadi cepat membuatmu bosan akan beberapa track di album ini, tapi agaknya kamu bisa mendengarkan album ini secara keseluruhan sekali saja dan tangkap berbagai emosi dari lirik-lirik yang tersaji.“Beberapa Orang Memaafkan” sudah tersedia di berbagai layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, iTunes dan masih banyak lagi.

Disini hanya pendapat saya pribadi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*