13 Tahun Dried Cassava, Ini single terbarunya

Dried-Cassava

Cukup lama Dried Cassava absen dari gegap gempita panggung dan urusan lokacipta arus samping, rupanya hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh personelnya untuk bereksperimen mencari wangsit di dalam studio.

Rabu (5/12), minggu pertama bulan Desember menjadi penanda pucuk usia tiga belas tahun band indierock asal Jakarta; Dried Cassava berkarya. Para personelnya ; bassis Bana Drestanta, gitaris dan vokalis Baskoro Adhi Juwono, drummer Kago Mahardono, gitaris Nandie Daniel Febryan, dan juga vokalis Saraswati Widyahapsari berpesta dan bersiap dengan merilis single anyar, berjudul “Berlayar”. Judulnya hampir sedikit mirip dengan single  yang terlebih dahulu dilepas pada 2015 bertajuk “Set Sail”, lengkap dengan klip musiknya. Bedanya, hanya frasa pilihan bahasa dan sudah barang tentu komposisi serta materi musiknya yang semakin renyah.

Jika pendengar sudah mengetahui bahwa Dried Cassava adalah guitar band dengan emosi yang menggebu-gebu lewat dua album dari Mind Thieves, atau album eksperimental yang cuek, Sensitive Explosive, maka meski prematur, namun “Berlayar” bakal menjadi lagu kunci seperti apa wajah musik Dried Cassava di tahun depan, seperti dilansir dari tulisan Wahyu ‘ Acum’ Bangkutaman melalui portal musik pophariini.com.

Cukup lama Dried Cassava absen dari gegap gempita panggung dan urusan lokacipta arus samping, rupanya hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh personelnya untuk bereksperimen mencari wangsit di dalam studio, meramu  dan merapal materi apa yang cocok untuk album ketiga mereka, yang rencananya rilis di tahun depan. Sebagai lagu kunci, “Berlayar” terpilih mewakilkan akan seperti apa isi album mereka nanti. Sebagai sebuah ‘pujian’ layakanya musik gospel untuk umur mereka yang menginjak remaja.

“Berlayar adalah karya yang sentimental, dimana hal itu tertuang banyak elemen penting masing-masing personil. “Berlayar” menyiratkan emosi dan energi perjalanan 13 tahun kami. (Berlayar) adalah tentang Kehidupan, pendewasaan, cinta, dan keluarga”, ungkap Nandie.

Lewat single teranyarnya, Dried Cassava semakin memperkaya diri melalui sentuhan instrumen baru seperti orgaan dan synthesizer. Seolah diberikan bayangan, kedepannya akan lebih eksperimental orientasi dari  Dried Cassava. Membuka diri melalui nada dan harmoni-harmoni lain selain perpaduan gitar saja yang terlalu monoton.

“Meskipun diperkaya dengan instrumen baru, namun mereka tidak akan mengubah karakter musik secara keseluruhan”, ujar mereka. Akan seperti apa album ketiga Dried Cassava? Nikmati saja single Berlayar, sambil menunggu kejutannya di tahun baru nanti.

Sumber : https://www.djarumcoklat.com/coklatnews/13-tahun-dried-cassava-semarak-pesta-puji-puja-dan-single-berlayar